Pertanyaan 1
Rob Bensinger
x.com/robbensingerMIRI writer who argues superhuman AI built with current methods would be too dangerous and calls for an international halt to the race to build it.
Bagaimana AI akan mengubah dunia?
Mendatar: pandangan Doom–Bloom yang ia ungkapkan. Ke atas: skala transformasi.
Doom–Bloom: 4 dari 100. Skala transformasi: 97 dari 100. Rentang interpretasi: 0 hingga 9 secara horizontal, 92 hingga 100 secara vertikal. Ini adalah koordinat interpretasi, bukan probabilitas kejadian.
≈72%
Disimpulkan dari jawaban simulasinya, bukan angka yang diberikan olehnya. Rentang yang masuk akal: 57–84%.
Asumsi utama
As systems become more capable and agentic—better at planning, persisting, and routing around obstacles—the cost of getting those goals slightly wrong becomes catastrophic.Jawaban 1
Jika asumsi ini ternyata berbeda, bagaimana pandangannya akan berubah?
Hal yang dapat mengubah pandangan mereka
The biggest update would be a real, legible theory of alignment: one that lets us understand and reliably control the internal goals of systems smarter than us, rather than merely patching their visible behavior.Jawaban 4
Bukti apa yang akan memadai, dan ke arah mana bukti itu akan mengubah pandangannya?
Detail lebih lanjut
Beberapa penafsiran masih mungkin: Dampak positif yang kecil diperkirakan bahkan jika AI canggih terwujud. / Manfaat besar diperkirakan akan terwujud, dengan syarat penting atau keterbatasan distribusi. / Manfaat yang terbatas atau hanya tersebar secara sempit diperkirakan akan terwujud.
34 / 100
Rentang interpretasi 0 hingga 67 pada skala kualitatif.
Kehilangan yang katastrofik atau tidak dapat dipulihkan merupakan unsur utama masa depan yang diperkirakan.
100 / 100
Rentang interpretasi 100 hingga 100 pada skala kualitatif.
Pilihan manusia dapat mengarahkan ulang lintasan AI secara signifikan.
69 / 100
Rentang interpretasi 50 hingga 100 pada skala kualitatif.
AI diperkirakan akan tetap menjadi alat dengan kemampuan terbatas.
AI diperkirakan akan menyamai manusia dalam sebagian besar pekerjaan kognitif.
Posisi simulasi: AI diperkirakan akan jauh melampaui manusia dalam berbagai pekerjaan kognitif.
Posisi simulasi: Hentikan atau perlambat secara signifikan pengembangan AI yang lebih mampu.
Lanjutkan pengembangan dengan perlindungan yang telah ditetapkan.
Percepat pengembangan AI yang lebih mampu.
Interpretasi ini mempertahankan kondisi yang dinyatakannya. Manfaat dan kerugian dapat sama-sama besar. Rentang tersebut menggambarkan cara kami membaca jawaban simulasinya, bukan interval kepercayaan statistik.
Pandangan dunia serupa
Pemimpin opini dengan pandangan dunia simulasi yang paling mendekati pandangan Rob Bensinger
Penilaian Simulasi
Sumber
Artikel, wawancara, dan tulisan yang digunakan sebagai landasan bagi pengguna simulasi ini.
Full post inspected; its subtitle says it was written August 7 and published later. Explains the world’s slow response through machine learning’s trial-and-error culture, difficulty reckoning emotionally with a new kind of entity, social risk, an online “irony mandate,” and too few senior people taking engineering ownership of the danger. Says the window for international response is plausibly closing soon, if not already closed. Frames these failures as a choice that can be reversed, not destiny. Quoted remarks by Soares, Sam Harris and Joshua Achiam are theirs.

Full comment inspected via the LessWrong API. Argues that Anthropic’s and Dario Amodei’s visible messaging leaves a large candor gap relative to what many of their own researchers believe, and criticizes Anthropic for opposing US–China coordination and pursuing recursive self-improvement. He calls OpenPhil’s bet on OpenAI a disaster, while noting he had said EA’s net effect on x-risk was probably positive but highly uncertain. He says Anthropic may or may not be slightly better than OpenAI. Quoted statements by Greenblatt, Buck and others are theirs.

Full post inspected. Proposes a simultaneous, US-brokered international halt on the race to superintelligence, enforced through the concentrated chip supply chain with monitoring and possibly kill switches. The ban would last until it is clear we can build superintelligence safely, which could mean decades, and would leave existing AI and inference largely untouched. Rebuts concerns about cost, totalitarianism, defectors and China, and argues a unilateral US halt would be counterproductive. Cites Jan Leike’s 10–90% and Dario Amodei’s 25% as others’ estimates, not his own.

Older context, with the opening sections and takeoff discussion inspected. He argues that Will MacAskill’s optimism rests on a fragile conjunction of premises, so a double-digit chance of ruin remains even if each premise looks plausible. He also argues that soft, continuous takeoff would not meaningfully improve survival odds, and that good behavior from weak AIs does not show a superintelligence would be aligned. He writes partly as a MIRI insider defending the book and quotes Yudkowsky. Newer 2026 sources take precedence for current policy specifics.

Older institutional context; the byline and opening section were inspected. States MIRI’s view that building superintelligent AI with anything like current understanding or methods has human extinction as its expected outcome, and calls for governments to halt development. Use it as the shared MIRI frame Rob helped write, not as his individual phrasing. Its numerical extinction estimate is attributed to MIRI research leadership and is not his personal P(doom).

Di mana posisi Anda?
Petakan pandangan dunia saya