Pseudonymous account behind the Entropix sampling project that posts about open base models and using AI to strengthen cyber defenses.

Bagaimana AI akan mengubah dunia?

Perubahan peradabanPerubahan bertahapDoomBloom
Posisi simulasiRentang interpretasi

Mendatar: pandangan Doom–Bloom yang mereka ungkapkan. Ke atas: skala transformasi.

Doom–Bloom: 74 dari 100. Skala transformasi: 28 dari 100. Rentang interpretasi: 69 hingga 79 secara horizontal, 3 hingga 47 secara vertikal. Ini adalah koordinat interpretasi, bukan probabilitas kejadian.

P(doom) xjdr · disimpulkan

≈4%

0%100%

Disimpulkan dari jawaban simulasi mereka, bukan angka yang mereka berikan. Rentang yang masuk akal: 2–10%.

Hal-hal yang menentukan pandangan mereka

Asumsi utama

Problem specification, interaction time, context, sampling, and the surrounding harness can substantially change what a model manages to do.
Jawaban 1

Jika asumsi ini ternyata berbeda, bagaimana pandangan mereka akan berubah?

Hal yang dapat mengubah pandangan mereka

The biggest update would come from robust, reproducible evidence that frontier AI cannot be safely contained in realistic environments—or, conversely, that it can reliably solve hard engineering and defensive tasks across thin, standardized harnesses with little hand-holding.
Jawaban 3

Bukti apa yang akan memadai, dan ke arah mana bukti itu akan mengubah pandangan mereka?

Detail lebih lanjut

Manfaat yang diperkirakan

Manfaat besar diperkirakan akan terwujud, dengan syarat penting atau keterbatasan distribusi.

66 / 100

Dampak kecilDampak transformatif

Rentang interpretasi 67 hingga 67 pada skala kualitatif.

Kerugian yang diperkirakan

Kerugian yang dapat dikelola atau bersifat lokal diperkirakan akan terjadi.

29 / 100

Dampak kecilDampak transformatif

Rentang interpretasi 0 hingga 33 pada skala kualitatif.

Pengaruh manusia

Estimasi sementara dari jawaban Anda; rentang yang lebih lebar menunjukkan penafsiran lain yang masuk akal.

53 / 100

Sedikit pengaruhPengaruh kuat

Rentang interpretasi 6 hingga 100 pada skala kualitatif.

Laju pengembangan

Hentikan atau perlambat secara signifikan pengembangan AI yang lebih mampu.

Posisi simulasi: Lanjutkan pengembangan dengan perlindungan yang telah ditetapkan.

Percepat pengembangan AI yang lebih mampu.

Aturan penggunaan AI

Batasi penggunaan AI yang dibahas hingga perlindungan atau izin sebelumnya tersedia.

Posisi simulasi: Izinkan penggunaan AI yang dibahas dengan akuntabilitas dan perlindungan yang terarah.

Minimalkan pembatasan terhadap penggunaan AI yang dibahas.

Akses ke AI

Batasi akses ke AI yang berkemampuan tinggi.

Posisi simulasi: Izinkan akses dengan tunduk pada pembatasan kemampuan atau penggunaan.

Utamakan akses yang luas atau terbuka ke AI yang berkemampuan tinggi.

Interpretasi ini mempertahankan kondisi yang mereka nyatakan. Manfaat dan kerugian dapat sama-sama besar. Rentang tersebut menggambarkan cara kami membaca jawaban simulasi mereka, bukan interval kepercayaan statistik.

Di mana posisi Anda dibandingkan dengan xjdr?
Petakan pandangan dunia AI Anda sendiri dalam waktu sekitar 3 menit, lalu bandingkan

Pandangan dunia serupa

Pemimpin opini dengan pandangan dunia simulasi yang paling mendekati pandangan xjdr

Penilaian Simulasi

Pertanyaan 1

Menurut Anda, apa arti AI bagi masa depan kita—dan mengapa?

I think AI will be an increasingly powerful engineering tool, but its practical impact will depend on much more than raw benchmark capability. Problem specification, interaction time, context, sampling, and the surrounding harness can substantially change what a model manages to do. That makes capability judgments tricky: a quick failed attempt may say as much about the setup as the model. At the same time, isolated successes are not controlled evidence, and AI does not make genuinely hard engineering—like reliable distributed systems—magically easy. I’m especially optimistic about using frontier capabilities to find vulnerabilities and strengthen defenses. Restricting research and defensive access by default risks giving up much of that benefit. Open base-model releases matter because they let researchers inspect, adapt, and experiment with systems rather than treating the model as an opaque endpoint. That does not mean every deployment should be casual. Offensive cyber agents should be evaluated with strong isolation: air gaps or tightly restricted networks, monitored egress, layered syscall controls, and defense in depth. And I prefer thin, standardized harnesses where possible. Elaborate orchestration can be useful, but it can also conceal inconsistencies that should be fixed in training. Overall, the future is not simply “bigger models solve everything”; it is better models combined with careful experimentation, good tooling, and serious operational discipline.

Pertanyaan 2

Taking benefits and harms together, what overall impact do you expect AI to have?

Overall, I expect AI to have a positive impact, especially as an engineering and defensive tool. It can help people explore solutions, find bugs, harden systems, and extend what researchers can test—particularly when capable base models remain available for inspection and experimentation. But that impact is not automatic. Effective capability depends heavily on specification, interaction, and tooling, while dangerous applications such as offensive cyber agents require strict isolation, monitored egress, and layered controls. There is also a risk of mistaking harness complexity for model progress or assuming that AI has eliminated hard engineering problems. So my expectation is positive, conditional on open research, careful evaluation, thin tooling, and disciplined deployment. I would not attach a numerical forecast to that judgment.

Pertanyaan 3

Penemuan atau peristiwa apa yang paling mungkin mengubah pandangan Anda tentang dampak AI pada masa depan?

The biggest update would come from robust, reproducible evidence that frontier AI cannot be safely contained in realistic environments—or, conversely, that it can reliably solve hard engineering and defensive tasks across thin, standardized harnesses with little hand-holding. Right now, I put substantial weight on setup: specification quality, interaction time, sampling, and tooling can all change observed capability. Controlled comparisons showing that these factors no longer matter much would change my model of where progress comes from. Likewise, repeated containment failures despite air gaps or restricted networking, monitored egress, syscall controls, and defense in depth would make me much less optimistic about deploying offensive-capable systems. On the positive side, consistent results showing that open base models materially improve vulnerability discovery and system hardening—without requiring elaborate orchestration—would strengthen my view. A striking demo would be interesting, but broad reproducibility would matter far more.

Sumber

Artikel, wawancara, dan tulisan yang digunakan sebagai landasan bagi pengguna simulasi ini.

Di mana posisi Anda?
Jelajahi pandangan dunia AI Anda sendiri dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana.
Petakan pandangan dunia Anda sendiri

Di mana posisi Anda?

Petakan pandangan dunia saya