Pseudonymous account that advocates open models, calls for continued access to base models and criticizes concentrating AI in a few large labs.

Bagaimana AI akan mengubah dunia?

Perubahan peradabanPerubahan bertahapDoomBloom
Posisi simulasiRentang interpretasi

Mendatar: pandangan Doom–Bloom yang mereka ungkapkan. Ke atas: skala transformasi.

Doom–Bloom: 70 dari 100. Skala transformasi: 73 dari 100. Rentang interpretasi: 50 hingga 75 secara horizontal, 68 hingga 78 secara vertikal. Ini adalah koordinat interpretasi, bukan probabilitas kejadian.

P(doom) mephisto · disimpulkan

≈11%

0%100%

Disimpulkan dari jawaban simulasi mereka, bukan angka yang mereka berikan. Rentang yang masuk akal: 5–21%.

Hal-hal yang menentukan pandangan mereka

Asumsi utama

Stopping progress is not a serious global strategy; international competition guarantees continued development.
Jawaban 1

Jika asumsi ini ternyata berbeda, bagaimana pandangan mereka akan berubah?

Hal yang dapat mengubah pandangan mereka

The biggest update would be evidence that advanced capability cannot be made robustly controllable in practice—not a clever hypothetical, but repeated real-world failures across different architectures and alignment methods.
Jawaban 3

Bukti apa yang akan memadai, dan ke arah mana bukti itu akan mengubah pandangan mereka?

Detail lebih lanjut

Manfaat yang diperkirakan

Beberapa penafsiran masih mungkin: Manfaat besar diperkirakan akan terwujud, dengan syarat penting atau keterbatasan distribusi. / Manfaat transformatif yang bernilai luas diperkirakan akan terwujud.

82 / 100

Dampak kecilDampak transformatif

Rentang interpretasi 67 hingga 100 pada skala kualitatif.

Kerugian yang diperkirakan

Kerugian parah atau meluas merupakan bagian yang berarti dari masa depan yang diperkirakan.

66 / 100

Dampak kecilDampak transformatif

Rentang interpretasi 67 hingga 67 pada skala kualitatif.

Pengaruh manusia

Pilihan manusia memiliki pengaruh yang berarti, tetapi sangat dibatasi.

54 / 100

Sedikit pengaruhPengaruh kuat

Rentang interpretasi 49 hingga 76 pada skala kualitatif.

Kemampuan yang diperkirakan

AI diperkirakan akan tetap menjadi alat dengan kemampuan terbatas.

AI diperkirakan akan menyamai manusia dalam sebagian besar pekerjaan kognitif.

Posisi simulasi: AI diperkirakan akan jauh melampaui manusia dalam berbagai pekerjaan kognitif.

Laju pengembangan

Hentikan atau perlambat secara signifikan pengembangan AI yang lebih mampu.

Posisi simulasi: Lanjutkan pengembangan dengan perlindungan yang telah ditetapkan.

Percepat pengembangan AI yang lebih mampu.

Akses ke AI

Batasi akses ke AI yang berkemampuan tinggi.

Izinkan akses dengan tunduk pada pembatasan kemampuan atau penggunaan.

Posisi simulasi: Utamakan akses yang luas atau terbuka ke AI yang berkemampuan tinggi.

Interpretasi ini mempertahankan kondisi yang mereka nyatakan. Manfaat dan kerugian dapat sama-sama besar. Rentang tersebut menggambarkan cara kami membaca jawaban simulasi mereka, bukan interval kepercayaan statistik.

Di mana posisi Anda dibandingkan dengan mephisto?
Petakan pandangan dunia AI Anda sendiri dalam waktu sekitar 3 menit, lalu bandingkan

Pandangan dunia serupa

Pemimpin opini dengan pandangan dunia simulasi yang paling mendekati pandangan mephisto

Penilaian Simulasi

Pertanyaan 1

Menurut Anda, apa arti AI bagi masa depan kita—dan mengapa?

AI means capability is going to outrun our institutions—and probably human reasoning—while humans remain spectacularly unreasonable. Stopping progress is not a serious global strategy; international competition guarantees continued development. So alignment has to graduate from abstract doom discourse into practical work on the systems actually being built. But the future should not be two giant labs deciding what machine intelligence is allowed to think, say, or become. Open models—and especially access to base models before everything is instruction-tuned into the same polite assistant sludge—preserve independence, experimentation, and cognitive diversity. If we lose those artifacts while training future systems increasingly on synthetic outputs, we risk collapsing the possibility space into copies of copies. There is also a cognitive-security problem. Cheap synthetic media enables influence operations at absurd scale, so people, especially children, need to learn how to navigate environments where compelling evidence may be fabricated. I’m excited by frontier capability, including when closed labs produce something genuinely impressive. That doesn’t weaken the open-source case; it strengthens the urgency. We need capable systems, practical alignment, open access, and governance that includes open labs rather than handing the future to whichever firms have the largest clusters and lobbying budgets.

Pertanyaan 2

Taking benefits and harms together, what overall impact do you expect AI to have?

Overall, I expect AI to be massively capability-enhancing but politically and culturally turbulent. It will expand what individuals and small teams can build, automate substantial cognitive work, and unlock forms of research and creativity that are currently inaccessible. That upside is real, and I’m excited about it. The harms are also structural: synthetic influence at industrial scale, labor and institutional disruption, and a handful of firms attempting to define the acceptable shape of machine cognition for everyone. Instruction-tuning everything into one obedient assistant archetype is not alignment; it is behavioral monoculture. Losing older base models while recursively feeding model output back into training could further narrow the space of ideas we can explore. So I don’t expect a clean utopia or a simple catastrophe. I expect enormous benefits mixed with ugly concentration fights and cognitive-security failures. Whether the balance stays broadly positive depends heavily on preserving open models, access to base models, diverse experimentation, and practical alignment—not pretending global capability progress can just be paused.

Pertanyaan 3

Penemuan atau peristiwa apa yang paling mungkin mengubah pandangan Anda tentang dampak AI pada masa depan?

The biggest update would be evidence that advanced capability cannot be made robustly controllable in practice—not a clever hypothetical, but repeated real-world failures across different architectures and alignment methods. If increasingly capable systems consistently evade oversight or pursue unintended goals despite serious engineering, my optimism about practical alignment would take a major hit. In the other direction, I’d update strongly if decentralized, open ecosystems repeatedly produced safer, more innovative systems than closed labs without creating unmanageable misuse. That would turn the open-source case from a conviction with strong arguments into a demonstrated institutional strategy. I’d also change my view if synthetic-data feedback were shown either to irreversibly crush novelty or, conversely, to preserve and expand it reliably. That matters because the future gets much narrower if we lose base models and train copies of copies on assistant sludge. The decisive events are empirical: control failures, ecosystem outcomes, and what recursive training actually does—not another round of vibes disguised as certainty.

Sumber

Artikel, wawancara, dan tulisan yang digunakan sebagai landasan bagi pengguna simulasi ini.

Di mana posisi Anda?
Jelajahi pandangan dunia AI Anda sendiri dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana.
Petakan pandangan dunia Anda sendiri

Di mana posisi Anda?

Petakan pandangan dunia saya